Menjaga Diri dan Keluarga

Menjaga Diri dan Keluarga

- in Nasehat Agama
877
0
Ilustrasi Keluarga Bahagia

LdiiAceh.org – Kebersamaan tanpa batas, dunia sampai akhirat, tentu sangat didambakan oleh setiap keluarga. Di akhirat, setiap orang menginginkan kebersamaan serupa semisal di dunia terulang kembali, bersama anggota keluarga tercinta.

Tentu tidak mudah menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Hanya keluarga yang dibangun oleh pasangan suami istri yang berakhlak mulia yang tidak akan tersentuh panasnya api neraka. Dari pasangan yang sakinah, waddah, warahmah ini, kelak akan lahir penerus-penerus yang berakhlak mulia, berilmu dan menyenangkan.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah saw pernah bersabda, “Maukah kalian kutunjukkan terhadap orang yang tak tersentuh api neraka?” Para sahabat berkata, “Iya, wahai Rasulullah.” Beliau menjawab, “Bahwasannya orang tak tersentuh api neraka adalah orang yang hayyin, layyin, qorib, sahl.” (HR Tirmidzi).

Hadist ini menjelaskan tentang pribadi yang berakhlak mulia. Orang yang hayyin yaitu (memiliki ketenangan dan kesejukan secara lahir dan batin), layyin (bertutur kata lembut, begitu pula dalam perbuatan), qarib yakni ramah dan selalu menyenangkan, dan sahl yaitu gemar menolong orang lain merupakan pribadi yang akan merasakan nikmatnya dunia dan akhirat.

Wajar saja apabila kita mendambakan sistem pendidikan keluarga yang dapat mendidik seluruh anggota keluarganya agar berprilaku lembut dalam bersikap, menyenangkan, lemah lembut dan senang menolong orang lain. Jika pasangan suami istri mampu memberikan pendidikan akhlak mulia seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, menjaga keluarga dari api neraka bukanlah hal yang tidak mungkin.

Suami dan istri yang ingin berhasil mendidik anak-anaknya sehingga terjaga dari api neraka harus bisa membina dengan energi positif. Mereka terlebih dahulu menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya, meramut dengan ketenangan, kesejukan, kelembutan dan keramahan. Hampir seluruh ahli ilmu kejiwaan sepakat bahwa setiap anak yang diasuh dengan sikap yang baik akan menyerap keteladanan, sehingga dapat menjadi bekal pembentukan kepribadian positif.

Menjadi pribadi yang baik tak bisa dibentuk instan. Orang tua harus memberi contoh menjadi pribadi yang baik kepada anak sejak dini. Sebisa mungkin, orang tua tidak mengasari dan membentak anak yang masih berusia sangat dini meski ia berulah yang membuat kesal. Bentakan dan teriakan dapat membuat diri anak terluka. Orang tua yang bijak dapat memahami perbuatan salah anak dan dapat menerimanya secara positif tanpa syarat.

Menjaga diri dan keluarga dari api neraka dapat dilakukan dengan menerapkan empat sikap kepada seluruh anggota keluarga. Sebisa mungkin, setiap anggota keluarga mampu mempraktekkan layyin, hayyin, qarib dan sahl.

Semoga Allah SWT menjaga dan melindungi kita dan keluarga dari api neraka. Aamiin. [Mukmin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *