Mata Nasrullah ?

Mata Nasrullah ?

- in Nasehat Agama
1003
0
nomadictrip.com

LdiiAceh.org – Sering kali manusia mengeluarkan pertanyaan itu ketika berbagai macam musibah menghampirinya. Karena tertimpa cobaan kesulitan hidup akibat himpitan ekonomi, kezaliman, peperangan yang memakan banyak korban hingga munculnya ketidakadilan.

Cobaan musibah yang datang semisal kekalahan dalam perang pernah dialami oleh Rasulullah saw. Salah satunya pada saat perang Uhud.

Dalam Alquran Allah berfirman, “Dan pada saat kalian ditimpa musibah (Uhud), padahal sebelumnya telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmua (Badar), lantas sekarang kalian mengatakan: “Dari mana datangnya kekalahan ini?” Katakanlah: “Itu dari kesalahan dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS: Ali Imran:165).

Ayat tersebut diatas secara tegas menyebutkan bahwa kekalahan yang menimpa akibat kesalahan umat Islam sendiri.

Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait kekalahan perang Uhud, pertama, para pemanah yang meninggalkan pos mereka. Kedua, nafsu terhadap harta jarahan perang sehingga lupa dengan tugasnya.

Sedangkan ketiga, mengabaikan panggilan Rasulullah untuk kembali mempertahankan posisinya. Oleh karena hal tersebut, saat dinanti-nanti pertolongan Allah, namun bukan berarti Allah tidak peduli terhadap hamba-Nya.

Sebenarnya hamba itu sendiri yang jauh dari Allah, bahkan melupakan-Nya, dan manusia itu sendiri yang berbuat zalim (QS Yunus:44).

Oleh karena itu, berjuanglah di jalan Allah agar pertolongan Allah semakin dekat. Banyak amalan yang bisa dilakukan. Antara lain, memperbanyak dzikir kepada Allah. Berdoa kepada-Nya dengan ikhlas bisa mendatangkan rahmat dan pertolongan-Nya.

Kemudian tertib melaksanakan perintah Shalat disertai kesabaran. Karena Allah menjadikan shalat dan sabar sebagai penolong bagi umat. Ditambah lagi mengerjakan shalat sunnah di waktu-waktu tertentu seperti sepertiga malam yang akhir dan ditutup dengan berdoa mohon ampun kepada Allah SWT.

Makna sabar tidak identik dengan menyerah. Sabar merupakan sebuah sikap dalam menghadapi berbagai cobaan seperti serangan, kebencian, dan fitnahan dari kelompok lain. Jangan membalas kejelekan dengan kejelekan pula.

Selanjutnya, ringan dan mudah menolong saudara. Sabda Rasulullah saw, “Allah akan selalu menyertai pertolongan kepada hamba-Nya selagi hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim). Maka jika ingin ditolong Allah, mudahkanlah untuk menolong kepada sesama.

Menolong saudara tidak harus dengan materi, bisa berupa tenaga atau pemikiran. Jika gemar menolong saudara, apalagi sesama Muslim, maka Allah akan memberikan pertolongan yang tidak diduga-duga, bisa jadi datang dari orang yang pernah ditolong ataupun dari orang yang tidak dikenal.

Terakhir, kita bisa mendapat pertolongan Allah lewat jalan berdoa, semua doa seorang hamba akan dikabulkan, selagi syarat-syarat doa terpenuhi. Termasuk menjawab seruan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jika mengabaikan perintah Allah, layakkah kita memohon pada-Nya? Dan pastikah pertolongan Allah datang? Semoga Allah selalu menyertakan pertolongan kepada kita. Aamiin. [Mkn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *