LDII Aceh Launching Sistem Informasi Santri (SIS)

LDII Aceh Launching Sistem Informasi Santri (SIS)

- in Berita LDII
258
0
Halaman (front end) Sistem Informasi Santri (SIS).

LdiiAceh.org-Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam (LDII) Provinsi Aceh melaunching Aplikasi Sistem Informasi Santri (SIS) berbasis Web. Launching Aplikasi ini dilakukan di Gedung Serba Guna, Jalan Prada Utama, Desa Lamgugob, Banda Aceh, Minggu, (19/3/2017).

Ketua DPW LDII Aceh, H. Heru DS, SE melalui Sekretaris DPW LDII Aceh, Marzuki, M.Ag mengatakan, tantangan yang dihadapi dalam pendidikan baik formal maupun non formal semakin kompleks. Di samping mengelola keilmuan Islam, pengelolaan administrasi santri sekarang dituntut untuk merespon perubahan sosial yang ditimbulkan dari kecanggihan teknologi.

“Pengelolaan administrasi Santri sekarang ini dapat dilakukan secara online dengan dukungan kecanggihan teknologi, salah satunya melalui Aplikasi SIS ini,” kata Marzuki di Banda Aceh, Minggu, (19/3/2017).

SIS versi Android

Aplikasi SIS tersebut, katanya, dirancang dapat digunakan di sistem Komputer dan Smartphone berbasis multi flatform. Kedua operasi sistem itu banyak digunakan pengguna.

“Sistem Informasi Santri ini bisa digunakan di komputer atau laptop dan juga bisa dijalankan di smartphone multi flatform, android dan IOS yang sekarang ini familiar digunakan oleh pengguna,” katanya.

Dia menambahkan, sasaran aplikasi ini untuk pengelola administrasi Santri di setiap TPQ. Penggunaan aplikasi ini akan segera disosialisasikan kepada admin-admin TPQ sebagai pengelola administrasi di tempatnya masing-masing.

“Cara kerjanya, akan ditunjuk sebagai admin di setiap TPQ, jika belum punya kemampuan, maka akan diajari cara menggunakannya lewat pelatihan,” jelas Marzuki.

Fitur yang tersedia di dalam aplikasi itu diantaranya penginputan struktur pengurus TPQ, input data santri, absensi santri, penilaian prestasi santri, tahfidz Quran dan akan dikembangkan sesuai kebutuhan.

“Aplikasi SIS ini akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Pencegahan duplikat data pun sudah diterapkan dalam sistem aplikasi ini dengan pengkodean yang diberlakukan kepada setiap TPQ sehingga tidak terjadi redudansi.

“Setiap Santri ada Nomor Induk Santri (NIS), yang diawali kode TPQ, hal ini dilakukan agar tidak terjadi redudansi,” katanya.

Selain itu, manfaat bagi orang tua Santri yaitu dapat memonitoring proses belajar anaknya secara real time dengan diberikan hak akses sebagai user.

“Aplikasi ini manfaat juga buat orang tua, karena diberikan hak akses untuk melihat perkembangan kemampuan anak-anaknya,” pungkas Marzuki. (mkn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *