Dakwah di Medsos Kenapa Tidak?, Tapi Perhatikan Ini

Dakwah di Medsos Kenapa Tidak?, Tapi Perhatikan Ini

- in Nasehat Agama
470
0

LdiiAceh.org – Penyebaran informasi berupa berita, tulisan dan apa saja di zaman dewasa ini sangatlah mudah. Dengan memanfaatkan media sosial (medsos), informasi dengan mudah dapat tersebar cepat dan masif. Betapa banyak manfaat dari sebuah artikel tulisan ataupun ilmu yang dapat kita petik darinya.

Kekhawatirannya, ia tidak saja dapat menghapus amal ibadah, tetapi juga dapat berujung pada dosa besar. Penyebaran ilmu
berupa nasehat agama dan apa saja terkait agama melalui media sosial menyisakan resiko hinggapnya virus ria (pamer). Dengan kata lain pamer ajakah dakwah di media sosial.

Niat ikhlas karena Allah berdakwah di medsos di tengah perjalanan bisa saja berbalik menjadi petaka karena kesalahan ditambah hasutan setan yang tidak pernah beristirahat dari menjerumuskan dan menghancurkan anak turun Adam sampai ke akar-akarnya.

Kilas balik tentang sabda Rasulullah saw terkait kekhawatiran Rasul terhadap ria sangatlah besar, mengingat dosa semisal ini halus dan sering menyelinap ke dalam amalan ibadah tanpa disadari. Bahkan, ia dapat merusak kepada ahli tawadhu sekalipun.

Rasulullah saw bersabda :
“Syirik yang tersembunyi, yaitu ketika sesorang berdiri mengerjakan shalat, dia perbagus shalatnya karena mengetahui ada
orang lain yang memperhatikannya “ (H.R Ahmad)

Oleh karena itu, dalam menyiasatinya dengan menyembunyikan amalan sehingga tidak diketahui orang lain. Terkadang sifat pamer itu muncul pada saat amal ibadah kita diketahui orang lain. Dan kondisi seperti ini sulit untuk dihindari.

Ketika sedang membaca Alquran tiba-tiba ada orang lain datang dan kita mengira bahwa ia mendengarkan Alquran yang kita
baca, maka untuk mengatasi kondisi ini, cukup abaikan saja, jangan terpengaruh, anggap saja di sekitar kita tidak ada
orang lain. Hal ini dilakukan untuk menghindari sifat pamer.

Begitu juga media sosial menawarkan manfaat sekaligus mudharat. Jadikanlah media sosial sebagai sarana berdakwah, berbagi
nasehat tanpa mengharap adanya like (jempol) dan pujian dari orang lain.

Berusaha untuk niat karena Allah, untuk jujur mempersembahkan amal ibadah kepada Allah termasuk dalam bermedia sosial.
Ingatlah bahwa berlaku jujur akan senantiasa selalu mengajak kepada kebaikan, Rasulullah bersabda, “Jika seseorang
senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur.” (HR
Muslim). [Mukmin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *