Akibat Dayyus dan Azab Allah SWT

Akibat Dayyus dan Azab Allah SWT

- in Nasehat Agama
687
0
Kekuasaan Milik Allah SWT

LdiiAceh.org – Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menemukan sifat, tabiat atau prilaku yang beragam macamnya dari orang ada di sekeliling kita. Ada dua hal yang ada pada diri manusia, yakni melakukan hal yang baik dan buruk.

Bila dilihat secara Alquran bahwa Alquran memandang berbeda-beda untuk menyatakan kebaikan dan keburukan, ada al-birr-alfahisyah, al-mar’ruf-al-munkar, yang intinya adalah mengandung maksud dan tujuan yang sama.

Dalam kondisi sekarang ini, begitu banyak sekali kemerosotan moral atau perilaku-perilaku menimpa manusia, bukan hal yang mustahil kejahatan dan keburukan marajelela di mana-mana.

Sangat disayangkan, dengan kemerosotan moral tersebut manusia memilih acuh tak acuh dengan keadaan sekitarnya, manusia cenderung enggan beramar ma’ruf nahi mungkar, manusia enggan menegur atau menasehati saudaranya ketika berbuat kesalahan. Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan lewat sabdanya, “Ada tigak kelompok manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah SWT pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki dan orang yang dayus (membiarkan orang lain berbuat salah). (HR An-Nasai).

Secara umum, dayus bisa bermakna orang yang memiliki sifat apatis, dengan kata lain membiarkan orang lain berbuat dosa. Sifat acuh tak acu ini menunjukkan bahwa seseorang sudah tidak memiliki kebersamaan persaudaraan sejati, yang seharusnya saling mengingatkan satu kepada yang lain.

Sehingga pelaku kesalahan akan binasa hancur dalam kemaksiatannya, sementara orang yang berada di sekitarnya diam karena sifat dayus yang sudah membelenggunya, sulit untuk melepaskannya.

Bila kemaksiatan dan keburukan semakin merajalela tanpa adanya sebuah tindakan pencegahan, tetapi malah dibiarkan begitu saja, maka azab Allah SWT akan turun menimpa pelaku kemaksiatan dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Salah satu diantara azab Allah SWT yang paling mengerikan adalah dijadikannya pemimpin zalim di kalangan kita.

Oleh karena itu, tidaklah cukup bagi seorang Muslim hanya beribadah yang sifatnya nafsi-nafsi (individual). Setiap Muslim memiliki kewajiban untuk beramar ma’ruf dan memiliki sikap peduli atau tidak membiarkan (dayus) terhadap orang yang berbuat salah atau kemaksiatan. [Mkn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *