Strategi Minum Obat Saat Berpuasa

Strategi Minum Obat Saat Berpuasa

- in Kesehatan
82
0

Minum Obat Saat Puasa

Memasuki bulan suci ini tentunya harus siap secara lahir dan batin. Persiapan kondisi fisik untuk berpuasa selama 30 hari tentunya juga menjadi hal yang penting. Tapi bagaimana jika memasuki bulan ramadhan sudah dalam kondisi fisik kurang sehat dan diharuskan berobat? Atau mungkin merupakan pasien menahun dengan rutin konsumsi obat?

Selama bulan Ramadhan, pola makan dan minum tentunya akan berubah. Kita harus menahan makan dan puasa selama kurang lebih 13 jam. Perubahan jadwal dan dosis dapat mempengaruhi efek terapi obat. Karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat meminum obat agar tetap hasilnya optimal.

Begini strategi minum obat saat berpuasa di bulan ramadhan tanpa mengurangi optimalisasi obat, yaitu :

1. Obat 1x sehari
Obat yang diminum satu kali sehari dapat kita minum saat sahur atau berbuka puasa.

2. Obat 2x sehari
Obat yang diminum dua kali sehari dapat diminum saat sahur dan berbuka puasa.

3. Obat 3x sehari
Obat diganti obat jenis lain yang memiliki khasiat sama namun bekerja panjang. Jika tidak bisa diganti, maka penggunaan selama berpuasa sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama, yaitu setiap lima jam jika 3 x 1.

Obat yang diminum tiga kali sehari dapat diminum saat setelah sahur, mendekati waktu imsak sekitar pukul 04.30 WIB, saat setelah berbuka sekitar pukul 18.00 WIB dan menjelang tidur sekitar pukul 22.30-23.00 WIB.
Khusus untuk obat dengan periode waktu 4 x 1 (empat kali sehari) tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama untuk antibiotik.

Lalu bagaimana dengan penggunaan obat sebelum dan sesudah makan?

1. Sebelum Makan
Jika harus diminum sebelum makan, berarti sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau makan malam/ makan besar.

2. Sesudah Makan
Setelah makan artinya kondisi lambung berisi makanan. KIra-kira 5-10 menit setelah makan besar

Jika ada obat yang harus diminum tengah malam sesudah makan, maka dapat makan dulu dengan roti atau sedikit nasi sebelum minum obat.

Penggunaan Obat Pada Penyakit Kronis di Bulan Ramadhan

Pada penyakit gagal jantung kronis, konsultasikanlah ke dokter mengenai tingkat keparahan penyakit anda, dan apakah kondisi anda memungkinkan untuk berpuasa 1 bulan full. Pastikan anda meminum obat teratur, obat pagi hari bisa diminum saat sahur, obat siang saat buka dan obat malam saat menjelang tidur.

Konsumsi air putih tetap harus pada kadarnya, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh terlalu sedikit. Konsultasikan takaran cairan yang tepat untuk anda karena kebutuhan cairan setiap orang berbeda tergantung berat badan dan kondisi jantung saat itu. Selain itu anda juga perlu mengatur menu makanan sehat.

Pada orang yang memiliki penyakit gastritis kronis atau penyakit yang berkaitan dengan asam lambung lain seperti gastroesophageal reflux disease (GERD), apabila gejala muntah atau nyeri ulu hati dirasa tidak terlalu berat, dapat melanjutkan berpuasa dengan menggunaan obat-obatan seperti antasida, ranitidin dan obat lambung lain.

Namun apabila gejala tersebut terasa mengganggu seperti muntah berlebihan dengan frekuensi >5 kali per hari, disarankan untuk tidak berpuasa dan segera konsultasikan ke dokter. Selain konsumsi obat, pasien perlu memperhatikan pola makan, jenis makanan yang dikonsumsi dengan mengurangi makan berminyak, makanan pedas, dan asam.

Sedangkan pada orang yang memiliki penyakit asma, perlu diingat bahwa penggunaan obat inhaler tidak membatalkan puasa. Namun, anda tetap perlu berkonsultasi ke dokter mengenai tingkat keparahan asma yang anda alami apakah anda termasuk orang yang memerlukan obat tambahan. Pada pasien asma sedang dengan tingkat kekambuhan terus-menerus atau persisten diperlukan tambahan obat kortikosteroid untuk mengontrol serangan asma.

Penggunaan kortikosteroid ini dapat meningkatkan asam lambung, khususnya pada saat berpuasa. Sehingga umumnya dokter akan menambahkan obat untuk menekan produksi asam lambung. Perlu diperhatikan, apabila anda mengkonsumsi obat kortikosteroid anda perlu memperhatikan pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Islam memperbolehkan orang yang sakit untuk tidak berpuasa. Jika sakit yang diderita cukup berat dan ingin berpuasa, konsultasikanlah pada dokter apakah boleh berpuasa atau tidak. Islam tidak memaksakan diri berpuasa jika fisik tidak memungkinkan. Semoga di bulan suci Ramadhan ini bisa dikerjakan dengan lancar barokah untuk mencari keridhoan di jalan Allah SWT.(astrid/lines)

Sumber

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *