Perlu Bantuan dan Pertolongan, Shalat Hajat Jawabannya

Perlu Bantuan dan Pertolongan, Shalat Hajat Jawabannya

- in Nasehat Agama
2110
0
Ilustrasi shalat hajat/masjidku. id

Shalat adalah amalan yang paling menentukan di sisi Allah SWT dibanding amalan lainnya. Karena shalat merupakan amalan yang pertama di hitung di hadapan Allah SWT. Apabila amalan shalat wajib dikerjakan tertib dan terjaga waktunya maka akan baik pula seluruh amalan lainnya, begitu juga sebaliknya.

Hal itu pernah disabdakan oleh Rasulullah saw dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah.
“Sesungguhnya pertama amalan yang dihisab dari seorang hamba di hari kiamat adalah shalat wajib…” HR Ibnu Majah

Selain shalat wajib lima waktu dalam sehari semalam, ada juga shalat tambahan sebagai sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam waktu dan kondisi tertentu, baik untuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi dengan tetap niat lillahi ta’ala (karena Allah SWT).

Salah satunya adalah shalat hajat. Shalat ini dikerjakan selain sebagai bentuk ibadah kepada Allah, juga untuk meminta suatu keperluan atau kepentingan kepada Allah terkait urusan duniawi, diantaranya memiliki rezeki, kesehatan, pasangan hidup dan hal baik lainnya.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan ketika Nabi Muhammad saw ditimpa cobaan kesempitan rezeki, maka beliau perintah kepada keluarganya untuk melaksanakan shalat dan menetapi kesabaran, dan beliau membaca ayat, “Dan perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabar. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha : 132)

Dalam kehidupan manusia di dunia ini masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Mulai dari kebutuhan ekonomi yang semakin membelit hingga keperluan kecil lainnya. Oleh karena itu Rasulullah sangat menekankan akan perlunya mengerjakan shalat hajat bagi orang yang memiliki keperluan.

Menurut apa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, dalam shalat tahajut tersebut, ia berdoa kepada Allah agar dimudahkan segala urusanya, dilapangkan rezekinya oleh Allah, atau hal-hal baiknya dalam kehidupan dunia.

Maka dengan mengerjakan shalat hajat, berarti ia melibatkan Allah sebagai sang pemberi kemudahan dari berbagai kesulitan. Dan hal demikian merupakan sikap rendah diri yang harus dimiliki manusia untuk selalu meminta pertolongan kepada-Nya tanpa melupakan-Nya.

Allah SWT tidak akan merasa bosan bila seorang hamba terus menerus berdoa meminta kepada-Nya, namun patutlah dikatakan sombong apabila manusia tidak mau meminta kepada Allah. Bahkan Rasulullah pernah mengatakan, “Apabila kalian meminta pertolongan, maka mintalah kepada Allah.” (HR Bukhari)

Shalat hajat bisa dikatakan bentuk permintaan manusia kepada Allah. Banyak dalil dari Alquran dan hadist yang menyebutkan segala permintaan berupa kebutuhan dan pertolongan diperintahkan untuk diadukan kepada Allah. Salah satu caranya yaitu melalui mengerjakan shalat hajat. (Mkn).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *