Hati yang Baik dan Bersih

Hati yang Baik dan Bersih

- in Nasehat Agama
575
0
Ilustrasi hati/Mkn.

Hati yang bersih dan baik akan berdampak kebaikan pula bagi seluruh badannya, bila hatinya rusak maka rusak pula bagian tubuh yang lainnya. Demikian yang pernah dikatakan dalam sabda Rasulullah saw dalam hadist shahih Bukhari.

“Ingatlah bahwa di dalam jasad terdapat segumpang daging. Jika ia baik, maka baik pula bagian jasad yang lain. Dan jika ia rusak, maka rusak pula bagian jasad yang lain. Ketahuilah bahwa ia adalah jantung (hati)” (HR Bukhari)

Rasulullah saw dalam sabda diatas menyinggung soal hati manusia. Dimana hati menjadi indikator kebaikan seseorang. Dan merupakan sumber segala kebaikan yang bermuasal dari hati yang baik. Tidak terinfeksi keburukan, iri, dengki dan sifat jelek lainnya. Hati yang bersih akan mendorong anggota tubuh lainnya ke arah kebaikan.

Apabila diibaratkan sebuah mesin, hati adalah setir sebagai pengendali elemen-elemen tertentu dari mesin tersebut. Begitu pula dengan sesosok tubuh, jika hatinya baik dan bersih, maka bagian-bagian dari tubuh yang lain seperti mata akan tertunduk dari melihat hal-hal yang tidak baik.

Tangan akan selalu ringan menolong dan membantu orang lain yang membutuhkan dan selalu berada diatas untuk menyedekahkan sebagian rezekinya kepada fakir miskin. Mulut akan selalu mengeluarkan kata-kata yang jujur dan akan jauh dari kebohongan. Begitu juga dengan anggota tubuh yang lain, semuanya akan melakukan hal yang serupa.

Sebaliknya, hati yang rusak karena didalamnya telah dihinggapi berbagai penyakit hati akan selalu berbuat kerusakan. Dan hampir semua dosa disebabkan hati yang berpenyakit. Penyakit hati berupa iri hati, sombong dan dengki bak racun yang selalu menginfeksi kemanapun hati itu pergi.

Agar Hati Bersih dan Suci
Perlu melakukan pengoreksian diri, hilangkan rasa paling benar, paling dermawan dan kesombongan lainnya. Lakukan update hati dengan cara berdzikir kepada Allah SWT, karena dzikir merupakan pupuknya hati. Ibarat tanaman bila dipupuk akan tumbuh dengan subur. Begitu pula dengan hati bila diisi dengan dzikir mengingat kepada Allah, hati akan senantiasa dijauhkan dari berbagai macam bentuk penyakit hati.

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)…” (Qs al-Hadid:16).

Pengertian dari ayat diatas adalah menjelaskan keutamaan berdzikir yang dapat meluluhkan hati dan menyuburkan keimanan serta menjaga agar tetap takut kepada Allah. Dengan zikir, hati dan pikiran akan fokus mengingat kepada Allah semata. Tidak terpengaruh siapapun dan apapun.

Dengan hati yang bersih, Allah akan selalu menjaga kita, Allah terasa dekat dengan kita dan seakan-akan melihat segala tingkah laku yang kita lalukan. Dengan demikian, tidak ada potensi maksiat karena keimanan kuat yang selalu melindungi hati dari berbuat dosa dan maksiat.

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa shalat bisa dikatakan dzikir, sebab shalat bagian ibadah untuk mengingat-Nya. Firman-Nya,

“…Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (Qs Thaha [20]: 14).

Menunaikan shalat dengan konsisten baik waktu maupun kekhusuannya, dan bertawakal kepada Allah SWT akan terasa berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk. Kekhusyukan dan ketaatan kepada Allah akan didapatkan oleh orang yang memiliki hati yang bersih, tulus dan yakin bahwa pertemuan dengan Allah dan akan kembali kepada Allah adalah benar (haq).

Selain shalat dan dzikir, Alquran menjadi obat hati. Membiasakan membaca Alquran setiap hari dapat membuat hati menjadi tenang. Hati yang tenang bisa memfokuskan diri untuk selalu mengingat kepada Allah.

Semoga Allah melindungi kita dari penyakit hati yang dapat merobohkan keimanan kita. Aamiin. (Mkn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *