Belajar dari Kaum Terdahulu

Belajar dari Kaum Terdahulu

- in Nasehat Agama
339
0
gambar dari pxhere

Perbuatan dan tingkah laku orang-orang terdahulu telah banyak kita pelajari baik dalam Alquran maupun Hadist, dimana mereka memiliki sifat-sifat umum yang beragam seperti: menerjang peraturan Allah, menyekutukan-Nya, berbuat sombong di bumi, dan bertindak sewenang-wenang demi merebut hak milik orang lain. Selain itu, banyak sifat umum lainnya yang telah mereka perbuat dalam mengintimidasi kaum muslimin, bahkan disertai dengan perlakuan kejam dan tidak manusiawi terhadap banyak muslimin yang berada di sekitarnya.

Firman Allah dalam Alquran:
“Apakah mereka tidak berjalan-jalan di muka bumi dan melihat bagaimana akibatnya orang-orang sebelum mereka? Orang-orang itu jauh lebih kuat dari mereka dan telah mengolah tanah serta memakmurkannya dari apa yang telah mereka makmurkan. Kemudian datang Rasul-rasul kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata. Maka Allah tidak sekali-kali berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.” (QS. Ar-Rum: 9).

Ayat diatas merupakan nasehat dari Allah bagi kaum muslimin yang hidup di zaman sekarang. Ayat tersebut juga tidak hanya memberikan berbagai pelajaran sejarah tentang kisah orang-orang terdahulu. Namun lebih dari itu, Alquran menjelaskan bahwa kisah para Nabi-nabi diceritakan untuk memberikan sebuah gambaran. Para nabi hendaklah membawa mereka yang tidak beriman ke jalan yang benar.

“Tidaklah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrik) sudah berapa banyak Kami menghancurkan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan di bekas tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda bagi orang yang berakal.” (QS. Thaha : 128).

Sebagai contoh nyata di tengah-tengah masyarakat kita sekarang, dimana saat ini banyak pelaku LGBT, yang mengingatkan kita kepada kaum nabi Luth. Mereka berpesta LGBT dengan tokoh-tokoh masyarakat dan memperlihatkan segalam macam perbuatan-perbuatan maksiat lainnya.

Segala bentuk pelanggaran yang diperbuat orang terdahulu pasti mendapat murka dari Allah, dan Allah tidak segan-segan menghakimi mereka melalui berbagai bencana alam seperti gempa bumi, banjir besar, badai, dan sebagainya. Sama dengan kaum-kaum yang saat ini berani melakukan pelanggaran seperti kaum terdahulu juga akan dihukum dengan cara yang sama.

Dan semua ini tidak luput dari kekuasaan-Nya, Allah bisa berbuat sekehendak-Nya tanpa ada yang bisa menghalangi-Nya kapan ia berkehendak. Atau Allah akan membiarkan siapa pun yang ingin hidup di dunia dengan bergelimpangan maksiat dan menghukumnya di akhirat nanti. Tinggal menunggu saja kapan Allah akan mendatangkan murka-Nya.

Seperti tersebut dalam firman-Nya:
“Setiap mereka itu Kami siksa dikarenakan dosa yang mereka perbuat, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa dengan suara petir, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan di lautan, dan Allah sekali-kali tidak berkehendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalh yang menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. Al Ankabut:40). (Mkn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *